Selasa, 09 Juni 2015



PRAKTIKUM IX
Topik               : Strobilus Gymnospermae 
Tujuan             : Mengenal berbagai bentuk strobilus jantan dan betina pada  beberapa Gymnospermae dan bagian-bagiannya.
Hari / tanggal  : Kamis/ 24 April 2014
Tempat            : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin

I.                   ALAT DAN BAHAN

Alat :
1.      Baki
2.      Cutter
3.      Alat tulis
4.      Lup
Bahan :
1.  Daun strobilus jantan dan betina Pinus (Pinus merkusii Jung. & De Vr.)
2.  Daun strobilus jantan dan betina Pakis haji (Cycas rumphii Miq)
3.  Daun strobilus jantan dan betina Melinjo (Gnetum gnemon L.)

II.                CARA KERJA

1.      Mengamati bagian-bagian dari strobilus: sisik, bakal biji, tangkai sporofil, tangkai strobilus, biji dan sayap.
2.      Mengamati bagian-bagian daun, duduk daun, dan deskripsi daun.
3.      Menggambar hasil pengamatan dan memberi keterangan.

III.               TEORI DASAR

Berdasarkan letak bakal bijinya, Divisio Spermatophyta dibagi dalam 2  Sub Divido yaitu Gymnospermae dan Angiospermae. Gymnospermae adalah tumbuhan yang bakal bijinya tidak berada dalam daun buah, tetapi menempel pada daun buah dan terlihat dari luar, sehingga dinamakan tumbuhan biji terbuka. Sedangkan Angiospermae adalah tumbuhan yang bakal bijnya berada dalam daun buah dan tidak terlihat dari luar, sehingga dinamakan tumbuhan biji tertutup.
Ciri-ciri morfologi tumbuhan biji terbuka antara lain:
1.      Berakar tunggang
2.      Daun sempit, tebal dan kaku.
3.      Bunga yang sesungguhnya belum terdapat, berupa daun buah dan badan penghasil serbuk sari yang disebut strobilus. Ada 2 macam strobilus yaitu strobilus jantan dan betina yang tersusun dari badan penghasil serbuk sari dan stroblus betina yang tersusun dari daun buah.
4.      Terjadi pembuahan tunggal (hanya menghasilkan zigot saja) selang waktu antara penyerbukan dengan pembuahan cukup lama.
Ciri-ciri anatomi:
1.      Akar dan batang berkambium, sehingga dapat tumbuh membesar ( pertumbuhan sekunder)
2.      Pada ujung-ujung akar terdapat sel-sel pemula yang menghasilkan sel-sel kalipatra ke arah luar dan sel-sel akar arah dalam, tetapi tidak jelas batang kalipatra dengan ujung akar.
3.      Batang tidak mempunyai floterna (sarung tepung), yaitu endodermis yang menghasilkan zat tepung.
4.      Buluh kayu pada berkas batang pengangkut akar dan batang terbentuk dan trekeid saja sehingga bersifat homogen.
Pada pertumbuhan gymnospermae, dan kadang-kadang berupa helaian, serupa kulit, cukup besar ataupun terbentuk jarum atau sisik-sisik kecil. Bunga berkelamin satu berumah satu atau dua, telanjang. Bunga jantan mirip untai (amentum), benang sari banyak, tangkai sari dengan ujung perisai ini. Bunga yang diberi nama “kerucut” dengan banyak sisik kerucut berjejal rapat dan tersusun spiral, ini  dengan prisai di  ujung dengan satu bakal biji pada sisi atas dekat pangkal, kadang-kadang mendukung sisik yang kedua (sisik buah), dan ini dari atas dengan bakal biji. Kerucut buah pada waktu masak jatuh bercerai berai. Biji bersayap atau tidak.  

IV.             ANALISIS  DATA

1.      Daun, strobilus jantan dan betina Pinus (Pinus merkusii Jung. & De Vr.)
Klasifikasi :
Divisio       : Pinophyta
Subdivisio : Pinophytina
Classis       : Cycadopsida
Ordo          : Cycadales
Familia      : Pinaceae
Genus        : Pinus
Spesies      : Pinus merkusii Jugh. & De Vr
(Sumber : Cronquist. 1981)
Dari hasil pengamatan pada strobilus Pinus, pada umumnya tanaman ini berumah satu, dengan strobilus jantan dan strobilus betina terdapat dalam satu pohon. Strobilus jantan terdapat di ujung cabang, membawa banyak mikrosporofil yang tentunya sangat kecil yang tersusun secara spiral dan sangat sulit diamati. Strobilus betina yang diamati merupakan yang sudah masak (runjung) yang terdiri atas  sisik-sisik runjung dan dua biji yang bersayap pada tiap sisik runjung.
Tinggi pohon kurang lebih 20-40 m. daun dalam mempunyai dua berkas, berkas jarum sebenarnya adalah tunas yang sangat pendek yang tidak pernah tumbuh, pada pangkal daun di kelilingi oleh suatu sarung dari sisik yang berupa selaput tipis panjangnya kira-kira 0,5 cm.
Strobilus jantan terminal atau aksilar pada sarung pendek dan banyak mikrosporofil bertangkai yang tersususn spiral, bentuk kerucut tetapi lebih kecil dan bewarna orange agak kecoklatan, panjangnya kurang lebih 2 cm, pada pangkal tunas yang muda, bertumpuk berbentuk bulir. Sedangkan strobilus betina terletak pada ketiak daun, di dalamnya banyak terdapat biji yang mempunyai sayap ke samping, bentuknya silindris, dan sedikit bangun telur tapi lebih besar dari strobilus jantan dan bewarna coklat tua. Ketika masih muda bewarna hijau dan mempunyai sisik yang keras. Tumbuhan ini merupakan tanaman hias.
Sedangkan daunnya memiliki tipe daun majemuk menyirip gasal. Tata letak tersebar pada cabang paling ujung, bentuk daun serupa jarum (acerosus), permukaan licin (laevis), tekstur seperti perkamen (perkamenteus), ujung: runcing (acutus), pangkalnya runcing (acutus) dan warnanya hijau.
2.      Daun, strobilus jantan dan betina Pakis haji (Cycas rumphii Miq)
Klasifikasi :
Divisio       : Pinophyta
Subdivisio : Cycadophytina
Classis       : Cycadopsida
Ordo          : Cycadales
Familia      : Cycadaceae
Genus        : Cycas
Spesies      : Cysas rumphii Miq.
(Sumber: Cronquist. 1981)
          Menurut hasil pengamatan, tanaman ini berumah dua dengan bunga-bunga tersusun dalam strobilus. Pakis haji merupakan tumbuhan berumah dua, bunga-bunga tersusun dalam strobilus, setiap bunga berkelamin satu. Strobilus jantan jarang ditemukan dan tak teramati, akan tetapi dari literatur (Dasuki, 1994: 13) Strobilus jantan terletak di ujung batang, terdiri dari banyak mikrosporofil yang tersusun spiral. Setiap mikrosporofil mempunyai bagian yang steril sebelah atas berupa tudung dan bagian yang fertile di sebelah bawah yang banyak membawa mikrosporangia di permukaan bawahnya..
   Pada tangkai daun pakis haji terdapat duri tempel yang tajam, dan pada batang terdapat sisik, bulu, dan sisa pelepah. Anak daunnya sangat banyak yang garis tengahnya 20-25x-1-2 cm yang sering kali berbentuk bulan sabit. Daun tersusun dalam roset batang, menyirip tunggal dengan tata letak daun yang berseling. Bentuk daun tumbuhan ini bangun garis dengan pangkal daun rata dan ujung daun runcing. Daun yang lebih muda tergelung seperti paku. Urat daun rata dengan warna daun yang hijau agak tua. Strobilus selalu terminal tanpa bagian-bagian yang menyerupai daun pada tangkainya. Biji berbentuk bulat memanjang dengan ukuran 4-6 cm, bewarna coklat, orange, kerucut jantan bertangkai pendek, kuning cerah, tebal 15 cm yang semakin di atas semakin menyempit, daun buah panjang dengan tepi daun rata dan lancip.
          Strobilus betina terletak di ujung batang, membawa banyak makrosporofil yang bisa lepas satu sama lain atau kompak, pada strobilus betina ini terdapat biji yang terletak pada kantung pollen dengan karpellum yang berbentuk seperti pedang yang tidak menutupi biji.
            Sedangkan daunnya,  tipe daunnya ialah majemuk menyirip gasal dengan tata letaknya pada ibu tangkai daun berhadapan sedangkan pada batang tersebar. Bentuk daun serupa pita (ligulatus). Permukaan daun: licin (laevis). Teksturnya Seperti Perkamen (perkamenteus). Ujung daun runcing (acutus) dan pangkal meruncing (acuminatus). Warna daun hijau dengan ibu tangkai daun yang berduri.
3.      Melinjo (Gnetum gnemon L.Var. Domesticum Mgf. )
Klasifikasi :
Divisio       : Pinophyta
Subdvisio  : Gnetophytina
Classis       : Gnetinae
Ordo          : Gnetinales
Familia      : Gnetaceae
Genus        : Gnetum
Spesies      : Gnetum gnemon L.Var. Domesticum Mgf.
(Sumber : Cronquist. 1981)
Dari hasil pengamatan, pada melinjo strobilus jantannya dan yang betinanya sangat susah dibedakan, karena strobilus jantan terletak menumpang pada strobilus betina. Ini hanya dapat dibedakan dari 2 jenis strobilus yang diambil, yakni saat strobilus jantan yang dominan dan strobilus betina yang dominan. Pada melinjo strobilusnya berbuku-buku, pada setiap buku terdapat kupula yang dibentuk dari sisik-sisik braktea yang bersatu. Untuk strobilus jantan pada setiap buku terdapat 1 lingkaran bunga-bunga yang steril di sebelah atas dan dibawahnya terdapat beberapa lingkaran bunga-bunga jantan. Sedangkan pada strobilus betina hanya terdapat 1 lingkaran bunga-bunga betina. Setiap bunga betina mempunyai perigonium yang berdaging dengan 1 ovul yang mempunyai 2 integumen yaitu integumen luar dan integumen dalam.
Perbungaannya menyendiri dan keluar dari ketiak daun, juga dari batang yang celah tua, panjangnya 3-6 cm, dengan bunga-bunganya tersusun dalam bentuk lingkaran dibuku-bukunya. Memounyai 2 bunga yaitu bunga jantan dan bunga betina. Bunga jantan berbentuk pembuluh dan perpanjangan sumbu bunga yang berbentuk benang terdapat 1-2 benang sari. Bunga betina mempunyai bentuk berpembuluh dengan satu bakal biji di dalamnya terdapat dua integument. Bunga betina sebanyak 5-8 kuntum pada setiap buku perbungaan, bentuk bundar dan melancip ke ujungnya. Buahnya mirip buah geluk, berebntuk jorong, panjangnya 1-3>5 cm, berembang (apiculate) pendek, berbulu halus, mula-mula bewarna kuning, kemudian berubah menjadi merah sampai lembayung menjadi matang.
Sedangkan pada daunnya, tanaman ini memiliki; tipe daun majemuk menyirip genap, tata letak berhadapan, bentuk daun jorong (ovatus), permukaan licin (laevis), tekstur seperti kertas (papyratus), ujung meruncing(acuminatus) dan pangkal yang runcing (acutus) dengan warna seperti daun umumnya yakni hijau.
Daun-daunnya berhadapan, berbentuk jorong, berukuran (7,5-20) cm x (2,5-10) cm. Tulang daun sekunder melengkung dan bersatu si ujungnya. Bagian daun tidak lengkap, dan urat daun menyirip. Ujung daun meruncing dengan pangkal daun yang runcing. Tepi daun rata, warna daun hijau.




V.                KESIMPULAN

1.      Pinus (Pinus merkusii Jugh. & De Vr.) mempunyai strobilus betina dan strobilus jantan dalam satu pohon. Strobilus jantan terletak di ujung cabang membawa banyak mikrosporofil yang tersusun spiral dan bersifat steril sedangkan strobilus betina terdiri atas sisk runjung yang di dalamnya terdapat 2 buah biji yang bersayap.
2.      Pakis Haji (Cycas rumphii Miq) memiliki strobilus betina yang membawa banyak makrosporofil dengan biji yang tidak diselimuti karpellum yang berbentuk seperti pedang yang terletak di ujung batang.
Strobilus jantan terletak di ujung batang dan jarang ditemukan karena terletak pada pohon yang berbeda (berumah 2), terdiri dari banyak mikrosporofil yang tersusun spiral yang steril dan fertile.
3.      Melinjo (Gnetum gnemon L.Var. Domesticum Mgf.) memiliki Strobilus jantan maupun strobilus betina yang terletak dalam 1 tangkai sehingga sulit untuk dibedakan. Strobilus jantan banyak mengandung benang sari dengan banyak linkaran bunga jantan. Sedangkan strobilus betina hanya terdapat 1 lingkaran bunga-bunga betina.

VI.             DAFTAR PUSTAKA

Amintarti, Sri. 2014. Penuntun Praktikum Morfologi Tumbuhan. Banjarmasin: Jurusan PMIPA FKIP UNLAM.

Anonim A.2014 http://en.wikivisual.com/images/b/b1/Pine_cones,_immature_male.jpg. Diakses tanggal 03 Mei 2014

Anonim B,2014
http://4.bp.blogspot.com. Diakses tanggal 03 Mei 2014

Anonim C.2014
http://farm4.static.flickr.com. Diakses tanggal 03 Mei 2014

Tjitrosoepomo, Gembong.1994. Morfologi Tumbuhan. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta.

Morfologi Tumbuhan Akar dan Modifikasinya



PRAKTIKUM VIII

Topik               : Akar dan modifikasinya
Tujuan             : Membuat rumus bunga dan diagram bunga
Hari/ Tanggal  : Kamis/ 17 April 2014
Tempat            : Laboratorium Biologi PMIPA FKIP UNLAM Banjarmasin

I.                   ALAT DAN BAHAN
a.         Alat yang dipergunakan :
1.      Baki / nampan
2.      Pisau/cutter
3.      Alat tulis
4.      Lup
b.         Bahan yang dipergunakan :
1.      Akar Rumput Teki (Cyperus rotundus L.)
2.      Akar Lombok (Capsicum sp.)
3.      Akar Terong (Solanum melongena)
4.      Akar Wortel (Daucus carota L.)
5.      Akar Bengkuang (Pachyrrhizus erosus Urb.)
6.      Umbi singkong (Manihot utilissima Burm. F.)
7.      Akar Laos (Alpinia galanga.)
8.      Akar Anggrek Kalajengking (Arachis flos-aeris)
9.      Akar Padi (Oryza sativa L.)
10.  Benalu (Loranthus sp.)
11.  Tanaman Sirih (Piper betle L.)

II.                CARA KERJA

1.      Mengamati  bagian-bagian akar: leher akar, ujung akar, batang akar, cabang akar, serabut akar, rambut-rambut akar, tudung akar.
2.      Mengamati tipe-tipe perakaran: serabut, tunggang

3.      Mengamati bentuk-bentuk modifikasi akar: tombak, gasing, benang.
4.      Mengamati bentuk-bentuk dari modifikasi akar: akar udara, akar penghisap, akar pelekat, akar pembelit, akar nafas, akar tunjang, akar lutut, akar banir.
5.      Menggambar hasil pengamatan dan memberi keterangan.

III.     TEORI DASAR
Akar adalah bagian pokok yang ketiga disamping batang dan daun bagi tumbuhan yang tubuhnya sudah merupakan kormus, Akar pada umumnya mempunyai sifat-sifat yaitu :
1.      Merupakan bagian tumbuhan yang biasanya terdapat dalam tanah dengan arah tumbuh ke pusat bumi (geotrop) atau menuju ke air (hidrotop), meninggalkan udara dan cahaya.
2.      Warnanya keputih-putihan atau kekuning-kuningan.
3.      Tumbuh terus pada ujungnya tetapi umumnya pertumbuhannya masih kalah jika dibandingkan dengan batang.
4.      berbentuk meruncing, sehingga lebih mudah untuk menembus tanah.
            Bagi Tumbuhan akar mempunyai fungsi untuk :
1.      Memperkuat berdirinya tumbuhan
2.      Menyerap air dan zat-zat makanan yang terlarut dalam air dari dalam tanah.
3.      Mengangkut air dan zat-zat makanan ketempat-tempat pada tubuh tumbuhan yang memerlukan.
4.      Tempat penimbunan makanan.
            Bagian-bagian akar pada umumnya dapat dibedakan menjadi 7, yaitu :
1.      Leher akar atau pangkal akar (collum)
2.      Ujung akar (apex radicis)
3.      Batang akar (corpus radicis)
4.      Cabang-cabang akar (radix lateralis)
5.      Serabut akar (fibrilla radicalis)
6.      Rambut-rambut akar (pilus radicalis)
7.      Tudung akar (calyptra)
            Pada tumbuhan lazimnya dibedakan dua macam system perakaran yaitu system akar tunggang (radix primaria) dan system akar serabut (radix adventica). Berdasarkan percabangan dan bentuknya, akar tunggang dibedakan atas :
1)      Akar tunggang yang tidak bercabang atau sedikit bercabang.
            Akar tunggang yang tidak bercabang ini biasanya berhubungan dengan fungsinya sebagai tempat penimbunan zat makanan cadangan sehingga memeliki bentuk yang istimewa seperti :
a.       berbentuk sebagai tombak (fusiformis)
b.      berbentuk gasing (napiformis)
c.       berbentuk benang (filiformis)
2)      Akar tunggang yang bercabang
            Akar tunggang ini berbentuk kerucut panjang, tumbuh lurus ke bawah, bercabang-cabang banyak, dan cabang-cabangnya bercabang lagi. Sehingga dapat memberi kekuatan yang lebih besar kepada batang, dan juga daerah perakaran menjadi amat luas, sehingga dapat diserap air dan zat-zat makanan yang lebih banyak.
            Sistem perakaran serabut pada tanaman dapat di bedakan atas 3 hal yaitu :
1.      Akar yang menyusun akar serabut kecil-kecil berbentuk benang.
2.      Akar-akar serabut kaku keras dn cukup besar seperti tambang.
3.      Akar serabut besar-besar hampir seperti lengan.
            Dilihat dari cara hidup suatu tanaman, maka pada berbagai jenis tumbuhan sering kita temukan akar-akar yang mempunyai sifat dan fungsi khusus misalnya :
1.      Akar udara atau akar gantung (radix aereus)
2.      Akar penggerek atau akar penghisap (houstorium)
3.      Akar pelekat (radix adligans)
4.      Akar pembelit (orrhus radicalis)
5.      Akar nafas (pneumatophora)
6.      Akar tunjang
7.      Akar lutut
8.      Akar banir.

IV.       HASIL PENGAMATAN

A.          Tabel Hasil Pengamatan
Nama Tumbuhan
Tipe Akar
Bentuk Akar
Bentuk Modifikasi Akar
Rumput Teki  (Cyperus rotundus)
Serabut
Kecil-kecil seperti rambut
Menjadi akar rimpang merayap
Lombok (Capsicum sp.)
Tunggang
Kerucut panjang
Tidak mengalami modifikasi
Terong (Solanum melongena)
Tunggang
Kerucut panjang
Tidak mengalami modifikasi
Wortel (Daucus carota L.)
Tunggang
Seperti serabut-serabut  sebagai akar percabangannya
Menjadi akar tombak
Bengkuwang (Pachyrrhizus erosus Urb.)
Tunggang
Seperti gasing dan ada seperti serabut-serabut kecilnyapanjang tidak beraturan
Menjadi akar gasing
Singkong ( Manihot utillisima Burm. F)
Serabut
Bulat panjang tidak beraturan
Menjadi umbi akar
Laos (Alpinia galanga)
Serabut
Panjang tidak beraturan
Menjadi akar rimpang
Anggrek Kalajengking (Arachis flos-aeris)
Serabut
Kecil-kecil seperti serabut
Menjadi akar udara
Padi (Oryza sativa L.)
Serabut
Seperti benang
Tidak bermodifikasi
Benalu (Loranthus sp.)
Tunggang
Akarnya kecil-kecil seperti serabut
Menjadi akar penghisap
Sirih (Piper betle L.)
Tunggang
Seperti benang
Menjadi akar pelekat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

V.                ANALISIS DATA

1.      Tanaman rumput teki (Cyperus rotundus L.)
Klasifikasi menurut Cronquist 1981:
Kingdom   : Plantae
Divisio       : Magnoliophyta
Classis       : Liliopsida
Sub classis : Commelinidae
Ordo          : Cyperales
Familia      : Cyperaceae
Genus        : Cyperus
Species      : Cyperus rotundus L.
            Rumput teki merupakan tumbuhan yang memiliki tipe akar serabut yaitu akar yang memiliki akar lembaga yang dalam perkembangan selanjutnya mati dan kemudian disusul oleh sejumlah akar yang mempunyai ukuran besar hampir sama, dan semuanya keluar dari pangkal akar. Kemudian bermodifikasi menjadi akar rimpang yang berada didalam tanah. Akar rumput ini bukan berasal dari calon akar yang asli sehingga dapat dikatakan akar luar dengan bentuk serabut yang kecil seperti rambut atau benang. Akar ini mempunyai percabangan yang bertujuan untuk memperluas bidang bidang penyerapan serta untuk memperkuat berdirinya batang.
          Tanaman rumput teki ini biasanya tumbuh berumpun, sehingga terdapat rimpang yang merayap atau seperti umbi dengan geragih yang berfungsi sebagai alat perkembangbiakan secara vegetatif.

2.      Lombok (Capsicum sp.)

Klasifikasi menurut Cronquist 1981:
Kingdom   : Plantae
Divisio       : Magnoliophyta
Classis       : Magnoliopsida
Subclassis : Asteridae
Ordo          : Solanales
Familia      : Solanaceae
Genus        : Capsicum
Spesies      : Capsicum sp.
            Akar pada tanaman lombok mempunyai sistem perakaran tunggang karena lombok termasuk tumbuhan dikotil, dengan bentuk akar berupa benang dan kerucut panajang. Memiliki akar serabut karena memiliki akar lembaga yang dalam perkembangan selanjutnya mati dan kemudian disusul oleh sejumlah akar yang mempunyai ukuran besar hampir sama, dan semuanya keluar dari pangkal akar. Tanaman ini memiliki bagian-bagian akar seperti akar utama, ujung akar, leher akar, serabut akar, cabang akar, dan rambut akar. Akar ini tidak mengalami modifikasi.

3.      Terong (Solanum melongena)

Klasifikasi menurut Cronquist 1981:
Kingdom   : Plantae
Divisio       : Magnoliophyta
Classis       : Magnoliopsida
Subclassis : Asteridae
Ordo          : Solanales
Familia      : Solanaceae
Genus        : Solanum
Spesies      : Solanum melongena
            Akar pada tanaman terong mempunyai sistem perakaran tunggang dan pada terong dapat dilihat dengan jelas mana batang akar, cabang akar, serabut akar dan rambut-rambut akar. Terong dikatakan akar tunggang karena pada terong akar lembaganya tumbuh terus menjadi akar pokok yang bercabang-cabang menjadi akar-akar yang lebih kecil. Bentuk akar terong ini seperti kerucut panajang dan apada akar ini tidak mengalami modifikasi.

 


4.      Wortel (Daucus carota L.)

Klasifikasi menurut Cronquist 1981:
Kingdom   : Plantae
Divisio       : Magnoliophyta
Classis       : Magnoliopsida
Sub Classis: Rosidae
Ordo          : Apiales
Familia      : Apiaceae
Genus        : Daucus
Species      : Daucus carota L.
            Wortel (Daucus carota L.) merupakan tumbuhan yang memiliki tipe akar tunggang. Wortel memiliki akar berbentuk tombak yang pangkal akarnya membesar runcing ke ujung dengan serabut-serabut akar sebagai percabangan. Akar wortel merupakan modifikasi dari umbi akar yang merupakan tempat penimbunan cadangan makanan.

5.      Bengkuwang (Pachyrrhizus erosus Urb.)

Klasifikasi menurut Cronquist 1981:
Kingdom   : Plantae
Divisio       : Magnoliophyta
Classis       : Magnoliopsida
Sub Classis: Caryophyllidae
Ordo          : Caryophyllales
Familia      : Chenopodiceae
Genus        : Pachyrrhizus
Species      : Pachyrrhizus erosus Urb
            Mempunyai sistem perakaran yang tunggang  yang berhubungan dengan fungsinya sebagai tempat penimbunan makanan cadangan. Umbi bengkuwang ini mempunyai bentuk seperti gasing (napiformis), yaitu memiliki pangkal akar yang besar dan membulat, cabangnya berupa akar-akar serabut yang hanya terdapat pada ujung yang sempit meruncing. Akar berbentuk gasing ini juga termasuk dalam akar tunggang yang tidak bercabang atau sedikit bercabang. Merupakan modifikasi dari umbi batang (tuber).

6.      Singkong (Manihot utilisima Burm. F.)

Klasifikasi menurut Cronquist 1981:
Kingdom   : Plantae
Divisio       : Magnoliophyta
Classis       : Magnoliopsida
Sub Classis: Rosidae
Ordo          : Euphorbiales
Familia      : Euphorbiaceae
Genus        : Manihot
Species      : Manihot utilisima Burm. F
            Singkong merupakan tumbuhan yang memiliki akar serabut. Akarnya dapat bermodifikasi menjadi umbi akar yang merupakan penjelmaan dari akar-akar serabut. Umbinya merupakan tempat penimbunan makanan, disamping itu terdapat juga cabang akar (radix lateralis). Umbi akar ini tidak mungkin dapat dijadikan sebagai alat perkembangbiakan. Akar singkong ini berbentuk bulat panjang tak beraturan.

7.      Laos (Alpinia galanga)

Klasifikasi menurut Cronquist 1981:
Kingdom   : Plantae
Divisio       : Magnoliophyta
Classis       : Liliopsida
Sub Classis: Zingeberidae
Ordo          : Zingiberales
Familia      : Zingiberaceae
Genus        : Alpinia
Species      : Alpinia galanga
          Laos merupakan tumbuhan yang memiliki akar serabut dengan bentuk akar seperti benang. Akarnya merupakan modifikasi dari batang yaitu akar rimpang. Rimpang laos ini sebenarnya adalah perubahan bentuk atau hasil modifikasi dari batang berserta daun yang terdapat di dalam tanah. Bercabang-cabang, tumbuh mendatar, dan dari segi ujungnya dapat tumbuh tunas yang baru yang muncul di atas tanah, dan dapat merupakan suatu tumbuhan baru. Di samping sebagai alat perkembangbiakan, rimpang imni juga berfungsi sebagai tempat penimbunan zat-zat cadangan makanan. Tanda-tanda yang membuktikan bahwa rimpang merupakan modifikasi dari batang, yaitu ;
1.      beruas-ruas, berbuku-buku, akar tidak pernah bersilia
2.      berdaun, tetapi daunnya telah menjelma menjadi sisik-sisik.
3.      mempunyai kuncup-kuncup
4.      tumbuhnya tidak ke pusat bumi atau air, melahan kadang-kadang langsung ke atas, muncul di atas tanah.

 

8.      Anggrek kalajengking (Arachis flos-aeris)

Klasifikasi menurut Cronquist 1981:
Kingdom   : Plantae
Divisio       : Magnoliophyta
Classis       : Liliopsida
Sub Classis: Liliidae
Ordo          : Orchidales
Familia      : Orchidaceae
Genus        : Arachis
Species      : Arachis flos-aeris
          Tanaman Anggrek kalajengking ini mempunyai sistem perakaran serabut. Selain itu, pada tanaman ini juga terdapat akar udara atau akar gantung (radix aereus) yang mempunyai sifat dan tugas khusus. Akar ini keluar dari bagian-bagian di atas tanah, menggantung di udara dan tumbuh ke arah tanah. Bergantung pada tingginya tempat permukaan keluarnya akar ini dapat amat panjang. Selama masih menggantung, akar ini hanya dapat membantu dalam penyerapan air dan zat gas di udara, dan sering kali mempunyai jaringan khusus untuk menimbun air atau udara yang disebut velamen, tetapi setelah mencapai tanah. Untuk bagian yang masuk dalam tanah berkelakuan seperti akar biasa, yaitu menyerap air dan zat makanan dari tanah. Sedangkan bagian yang di atasnya sering kali berubah menjadi batang.        

9.      Padi (Oryza sativa L.)

Klasifikasi menurut Cronquist 1981:
Kingdom   : Plantae
Divisio       : Magnoliophyta
Classis       : Liliopsida
Sub Classis: Commelinidae
Ordo          : Cyperales
Familia      : Poaceae
Genus        : Oryza
Species      : Oryza sativa L.
            Tanaman padi merupakan tumbuhan yang memiliki akar serabut, dimana cabang akarnya sangat banyak dan kecil-kecil. Bentuk akarnya seperti benang yang berguna untuk memperluas bidang penyerapan dan untuk memperkuat berdirinya batang. Dan akar padi ini tidak mengalami modifikasi.

10.  Benalu (Loranthus sp.)

Klasifikasi menurut Cronquist 1981:
Kingdom   : Plantae
Divisio       : Magnoliophyta
Classis       : Magnoliopsida
Sub Classis: Rosidae
Ordo          : Santalales
Familia      : Loranthaceae
Genus        : Loranthus
Species      : Loranthus sp.
            Tumbuhan benalu merupakan tumbuhan yang hidup sebagai parasit. Benalu mempunyai akar penggerek atau akar pengisap ( houstorium ), yaitu akar yang berguna untuk menyerap air ataupun zat makanan dari inangnya. Akar penggerek ini menembus kulit batang inangnya sampai ke bagian yang berkayu. Tetapi akar penggerek ini juga dapat hanya berupa akar-akar pendek yang melekat pada tuan rumahnya, tetapi juga menghisap air dan zat-zat makanan. Akar penghisap pada tumbuhan benalu ini nampak pipih menggembol dan melekat pada cabang inangnya. Benalu memiliki sistem perakaran yang tunggang.

11.  Tanaman sirih (Piper betle L.)

Klasifikasi menurut Cronquist 1981:
Kingdom   : Plantae
Divisio       : Magnoliophyta
Classis       : Magnoliopsida
Sub classis : Magnoliidae
Ordo          : Piperales
Familia      : Piperaceae
Genus        : Piper
Species      : Piper betle L.
          Untuk tanaman sirih dapat kita temukan bahwa sirih mempunyai sistem perakaran yang tunggang. Dan pada pada akar tanaman sirih memiliki bagian-bagian seperti batang akar, cabang akar dan serabut akar. Akar-akar serabut ini mempunyai bentuk seperti benang (filiformis). Jika dihubungkan dengan cara hidup yang disesuaikan dengan keadaan-keadaan tertentu, pada tanaman sirih terdapat akar yang mempunyai sifat dan tugas khusus berupa akar pelekat. Akar pelekat ini merupakan akar-akar yang keluar dari buku-buku batang tumbuhan yang tumbuh memanjang dan berguna untuk menempel pada penunjangnya.







VI.             KESIMPULAN

1.      Rumput teki (Cyperus rotundus L.) memiliki akar serabut, bentuk akar berupa benang atau rambut dan merupakan modifikasi dari stolon/geragih.
2.      Lombok (Capsicum sp) memiliki tipe akar tunggang, bentuk akarnya kerucut panajang dan tidak mengalami modifikasi.
3.      Terong (Solanum melongena.) memiliki tipe akar tunggang, bentuk akar kerucut panjang dan tidak mengalami modifikasi.
4.      Wortel (Ducus carota L.) memiliki tipe perakaran tunggang, bentuk akar seperti tombak, dan merupakan modifikasi dari akar.
5.      Bengkuwang (Pachyrrhicus erosus Urb.) memiliki tipe akar tunggang, bentuk akar gasing, dan merupakan modifikasi dari umbi batang.
6.      Singkong (Manihot utilissima) memiliki tipe akar serabut, bentuk akar berupa bulat panajang tak beraturan dan merupakan modifikasi dari umbi akar.
7.      Laos (Alpinia galanga) memiliki akar serabut dan merupakan modifikasi dari akar rimpang.
8.      Anggrek kalajengking (Arachis flos-aeris) memiliki akar serabut, bentuk akar berupa benang dan bermodifikasi menjadi akar udara.
9.      Padi (Oryza sativa) memiliki akar serabut, bentuk akar berupa benang.
10.  Benalu (Loranthus sp.) memiliki tipe akar semi parasit, bentuk akar berupa bongkol dan merupakan modifikasi dari akar penghisap/penggerek.
11.  Tanaman sirih (Piper betle L.) memiliki tipe akar tunggang , bentuk akar berupa benang, dan merupakan modifikasi dari akar pelekat.
12.  Akar adalah bagian pokok yang ketiga disamping batang dan daun bagi tumbuhan yang tumbuhnya telah merupakan kormus.







VII.          DAFTAR PUSTAKA

Amintarti, Sri. 2014. Penuntun Praktikum Morfologi Tumbuhan. Banjarmasin: Jurusan PMIPA FKIP UNLAM.


Anonim B.2014:
http://indonesiachili.com/images/layu_fusarium.jpg. Di akses pada tanggal 22 April 2014

Anonim C.2014:
http://agroscismk.bravehost.com/terong_img6.jpg. Di akses pada tanggal 22 April 2014

Anonim D.2014: http://plantpathology.tamu.edu/Texlab/Vegetables/Carrot/rkn.html. Di akses pada tanggal 22 April 2014

Anonim E.2014:

Anonim F.2014:

Anonim G.2014:


Anonim I.2014:
http://indonetwork.co.id/cv_agriflora_lestari/2216634. Di akses pada tanggal 22 April 2014

Anonim J.2014: http://w11.itrademarket.com/pdimage/88/948688_benalubambujarakchina.jpg. Di akses pada tanggal 22 April 2014.